Gaji 2 Bulan Tak Cair, Petugas Kebersihan Aceh Utara Minta Bantuan Ayahwa 

Redaksi Suwe
10 Mar 2026 12:09
Daerah 0 23
3 menit membaca

Suwenews.com-Sebuah rekaman suara berdurasi 6 menit beredar menyayat nurani publik.Bukan takbir yang terdengar, melainkan isak tangis memilukan dari seorang “Pahlawan Oranye” yang menagih hak paling dasar: upah keringat yang tak kunjung cair selama dua bulan dikabarkan belum terbayar oleh dinas terkait.

Rekaman voice note yang viral di berbagai grup WhatsApp sejak Selasa (10/03/2026) itu menjadi potret kontras yang brutal. Suara seorang wanita—petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK)—bergetar hebat saat meluapkan kepedihannya langsung kepada Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, atau yang akrab disapa Ayahwa.

Ironi Meja Makan: Ayam Goreng vs Air Putih

Kalimat paling menyentak dalam rekaman tersebut menggambarkan jurang lebar antara penguasa dan pekerja lapangan.

Dengan suara kecewa menahan tangis, wanita tersebut membandingkan nasib keluarganya dengan sang pimpinan daerah.

” Bapak Bupati enak makan ayam goreng, kami beserta keluarga buka puasa saja dengan air putih, gaji kami selama dua bulan belum dibayarkan lebaran didepan mata, bagaimana nasib kami, ” ucapnya dengan nada penuh keputusasaan.

Ia mengaku telah berulang kali mencoba mengetuk pintu ruang kerja orang nomor satu di Aceh Utara itu untuk mengadu, namun akses seolah tertutup rapat. Kebuntuan komunikasi inilah yang akhirnya meledakkan emosi dalam bentuk pesan suara yang kini menjadi konsumsi publik.

Bola Panas di DLHK: Gaji Macet, Pejabat Bungkam?

Ada tiga poin krusial yang menjadi tuntutan para pekerja dalam rekaman tersebut:

Tunggakan Gaji 2 Bulan: Tumpuan hidup keluarga di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Akses Komunikasi yang Terputus: Kekecewaan karena sulitnya rakyat kecil menyampaikan aspirasi langsung kepada Bupati.

Desakan Audit Internal: Meminta Bupati mengevaluasi manajemen DLHK Aceh Utara untuk membongkar penyebab tersumbatnya aliran gaji.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Utara, Nazar Hidayat, memberikan pernyataan mengejutkan saat dikonfirmasi. Ia menegaskan bahwa secara administratif, tidak ada kendala di pihak BPKD.

“Coba konfirmasi dengan DLHK. Kalau di BPKD tidak ada kendala apalagi sampai 2 bulan nunggak, karena dari BPKD sudah ditransfer ke dinas,” ungkap Nazar.

Pernyataan ini seolah melempar bola panas ke arah DLHK. Namun, hingga berita ini ditayangkan, Kepala DLHK Aceh Utara, Saiful Fata, seakan “ditelan bumi”. Nomor kontak pribadinya tidak aktif, dan pesan WhatsApp yang dikirimkan hanya menunjukkan centang satu.

Menanti Nurani “Ayahwa”

Situasi ini menyisakan ironi besar. Di saat pemerintah daerah sibuk memoles wajah kota demi kenyamanan hari raya, mereka yang memastikan jalanan tetap bersih justru harus menjerit demi sesuap nasi.

Bagi para petugas kebersihan, gaji tersebut bukan sekadar angka, melainkan biaya dapur dan harapan untuk membelikan baju lebaran bagi anak-anak mereka. Kini, publik menanti: apakah jeritan “air putih” ini akan dijawab dengan solusi nyata oleh Ayahwa, atau tetap menguap di tengah dinginnya birokrasi?

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *