Warga Desa Bayi Tanah Luas Mengaku Tidak Dapat Daging Meugang Bantuan Presiden Prabowo Subianto

Redaksi Suwe
20 Mar 2026 15:51
Daerah 0 11
2 menit membaca

suwenews.com — Warga Desa Bayi, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, mengaku tidak menerima daging megang bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk korban dampak banjir,pasalnya hingga hari ini tidak ada menerima daging meugang yang disebut sebagai bantuan dari Presiden Prabowo Subianto, Jum’at (20/03/2026).

Pasalnya, menurut warga, sejumlah desa lain di wilayah yang sama telah menerima dan membagikan bantuan tersebut kepada masyarakat.

Sejumlah warga mengaku kecewa karena hingga saat ini tidak ada kejelasan dari pihak pemerintah desa terkait keberadaan bantuan tersebut. Mereka juga menyoroti sikap Geuchik (kepala desa) Desa Bayi yang dinilai belum memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat.

“Desa lain semua ada pembagian daging meugang, tapi di desa kami tidak ada. Kami berharap ada penjelasan dari geuchik, kenapa sampai sekarang belum dibagikan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurut informasi yang beredar di tengah masyarakat, bantuan daging meugang tersebut merupakan bagian dari program yang ditujukan untuk membantu warga dalam menyambut tradisi meugang, terutama menjelang hari besar keagamaan di Aceh.

Padahal didesa tersebut, juga banyak para anak yatim piatu yang butuh perhatian semua pihak.

Warga berharap pemerintah desa segera memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Mereka juga meminta pihak kecamatan untuk turut turun tangan menelusuri permasalahan tersebut.

Sejak berita ini diturunkan belum ada respon konfirmasi pihak geuchik setempat setelah wartawan media ini menghubungi nya.

Sementara itu, pihak Kecamatan Tanah Luas diharapkan dapat segera melakukan koordinasi dengan pemerintah desa guna memastikan transparansi dan pemerataan bantuan bagi seluruh masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *